“Saghirah, hari ini sekolah ya nak. Ibu tak mau gara-gara ibu, Saghirah ga sekolah.” ucap ibu Fitri yang masih terbaring lesu setelah di tabrak lari oleh sebuah mobil sedan dua bulan yang lalu yang membuat kedua kakinya tak dapat digerakkan lagi. Ibu muda beranak dua tersebut sudah dua tahun terakhir menjadi tonggak dalam keluarganya setelah suaminya meninggal dunia karena infeksi di kakinya.
“Iya, bu.” Jawab Saghirah. Matanya berkaca, namun ia tetap tersenyum.
“Maafkan Ira, bu. Ira ga mau ibu sedih kalau tau sebenarnya Ira sudah tidak sekolah, Bu.” lirih Saghirah dalam hati. Rasa tak tega yang membuat semua ini terjadi.
“Ibu, minum obat dulu ya.” Ira duduk sembari merapikan tempat tidur ibunya yang lusuh.
“Kamu dapat obat dari mana sayang?”
“Eu… Di kasih sama dokter Hani, bu.”
Sejenak Ira terdiam. Ia merasa bersalah telah berulang kali terpaksa melakukan hal yang menurutnya konyol itu.
“Siapa beliau itu, nak?” Tanya Ibu Fitri lagi. Kondisi kakinya yang masih membengkak dan tidak mendapatkan perawatan yang berarti membuatnya tak bisa memenuhi kewajibannya sebagai ibu sekaligus bapak bagi kedua anaknya.
“Beliau dokter di kampung sebelah, bu.” Kali ini dia tak berbohong. Namun, bukanlah kebaikan dokter Hani yang memberikannya obat setiap hari, tapi h
... baca selengkapnya di Bidadari Kecil, Saghirah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Bidadari Kecil, Saghirah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SHARETHIS
Blog Archive
-
▼
2016
(59)
-
▼
April
(12)
- 101 Cara Mengatasi Stress
- Wiro Sableng #89 : Geger Di Pangandaran
- Wiro Sableng #141 : Kematian Kedua
- Wiro Sableng #75 : Harimau Singgalang
- Batang Gelagah
- Sayap Yang Kerdil
- Kekuatan Meraih Hidup Ideal
- Jam Piket Organ Tubuh
- Bagaikan Pelangi Setelah Hujan
- Wiro Sableng #73 : Guci Setan
- Bidadari Kecil, Saghirah
- Ku Kayuh Ribuan Mimpi
-
▼
April
(12)
Followers
About Me
Labels
Diberdayakan oleh Blogger.
Labels
Template Information
Most View Product
-
Angin mendesis dan menyusup melalui daun jendela cokelat yang semakin usang. Malam beranjak tua. Bulan setengah bulat perlahan naik tepat di...
-
“ma… kaca mata aku dimana?” Icha menggeledah tasnya yang ada di ruang tamu. “ini sayang.. tadi mama lihat kacamata kamu kotor, jadi mama be...
-
Pada zaman dahulu kala hiduplah keluarga kura-kura yg sangat rukun. Akan tetapi banyak di sekeliling mereka yang iri kepada keluarga kura-ku...
-
16 Mei 2007 – 13:36 (Her Suharyanto) Diposting oleh: Editor (Rate: 0 / 0 votes) Para pembaca, kali ini saya tidak menulis soal keuangan...
-
“Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangk...
-
WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito SATU Lereng gunung Merbabu di stu malam buta tanpa bulan tanpa bi...
-
Oleh: Margereth Simardjo Pagi ini, untuk ketiga kalinya aku berkunjung ke tempat favoritku di lembah. Dimana aku bisa melihat pemandangan y...
-
Selama ini, Aku tak mempercayai adanya keajaiban. Walaupun Aku sering melihat dan mendengar banyak fakta tentang keajaiban. Tapi Aku tak per...

0 komentar:
Posting Komentar